Sukses Uji Produksi Sumur SLW-F2X, Pertamina EP Papua Field Catat Produksi Awal 623 BOPD
POSKOTAKALTIMNEWS: PT Pertamina EP (PEP) Papua Field, yang merupakan bagian dari Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, kembali mencatatkan kinerja positif dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional. Komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi migas di wilayah Kepala Burung, Papua Barat Daya, diwujudkan melalui keberhasilan uji produksi Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X yang berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong.
Sumur SLW-F2X mulai ditajak pada 10 April 2026 menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M dan berhasil diselesaikan setelah melalui proses pengeboran selama 54 hari. Pada 11 Juni 2026, sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari (BOPD) dengan menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
General Manager Zona 14, Indarwan Harsoni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta prinsip Operational Excellence pada setiap tahapan kegiatan operasi.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, masyarakat adat, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sinergi dan hubungan yang harmonis tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua,” ujar Indarwan.
Manager Papua Field, Ardi, menambahkan bahwa keberhasilan Sumur SLW-F2X menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan potensi produksi migas di Indonesia Timur. Capaian ini juga melanjutkan tren positif keberhasilan program pengeboran yang sebelumnya diraih melalui Sumur SLW-C4X.
“Tambahan produksi dari
sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya
peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.
Selain itu, aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan dapat memberikan
multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah
Papua. Dengan potensi yang masih tersedia, kami optimistis kinerja produksi
Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan di masa mendatang,” tutup Ardi.(*)